2. Dibidang Pesawat Tempur
![]() |
| sseveneleven.wordpress.com |
Kabar baik
yang datang adalah kerjasama pembuatan pesawat tempur KF-X/IF-X antara PT DI
dengan Korean Aerospace Industry. Bahkan bulan Desember lalu, PT DI meresmikan kantor Design Center pesawat tempur KF-X/IF-X. Peresmian Design Center ini hanya
berselang 4 bulan dari peresmian fasilitas serupa di Korsel.
Perlu kita
tahu, Design Center ini
akan digunakan untuk mendukung kegiatan para insinyur Indonesia dalam Tim Enginering pesawat tempur KF-X/IF-X dan untuk memberikan pengalaman kepada para insinyur Indonesia yang masih muda. Sehingga akan ada regenerasi terhadap para insinyur PT DI
yang sudah berusia tua kepada insinyur yang berusia lebih muda.
Beberapa waktu lalu, salah satu anak bangsa yang ikut men-design pesawat tempur KF-X/IF-X sempat
menuliskan pengalamannya di Korea
Selatan. Menurut kisahnya insinyur Indonesia terlibat adu pendapat dengan para insinyur dari Korsel. Maklum
seperti halnya pesawat terbang hasil kerja bareng, seringkali muncul perbedaan
diantara kedua belah pihak dalam tahapan perancangan dan pengembangannya. Para
insinyur Indonesia juga mengalami hal serupa.
Meskipun Indonesia
tidak seberpengalaman Korsel dalam membuat pesawat tempur, beruntungnya
sebagian besar insinyur Indonesia justru membawahi insinyur Korsel. Dalam
perancangan pesawat tempur itu, Insinyur Indonesia banyak menjadi panutan dan
leader dalam sub-sub bidang engineering. (Untuk lebih jelasnya baca “Surat Elang Muda dari Korea” diwebnya Bapak Chappy Hakim). (Yudi Supriyono)
Artikel Terkait:
Artikel Terkait:


2 komentar:
Mantap mas bro ..... orang Indonesia memang pintar (lihat aja anak2 yang ikut lomba sains dunia pada dapat emas, ia kan?) ... cuma memang mesti dikasih pengalaman dan produknya harus kita beli sendiri dulu baru dilihat oleh negara lain kehandalannya... percaya nanti negara lain akan membelinya....
Thanjs,
Betul, Secara teknologi orang indonesia memang gag kalah dengan negara lain,
Yang anda katakan memang benar, contoh nyatanya adalah panser Anoa yang di beli TNI, tak lama kemudian Malaysia juga ikut2an beli.
Poskan Komentar