Pages

9 Januari 2012

LCR Dengan Bodi Anti Peluru Standar NATO

                                                                 (foto: Kina)
Wilayah Indonesia yang cukup luas dan terdiri dari rangkaian pulau-pulau membutuhkan kegiatan pengamanan yang cermat dan berkesinambungan. Untuk menjaga wilayah Indonesia dari berbagai ancaman yang datang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) membutuhkan peralatan yang taktis dan mudah dioperasikan.

Misalnya saja untuk kegiatan operasi militer di danau, sungai atau pantai, diperlukan alat transportasi berupa perahu karet yang mampu bergerak cepat untuk mengejar musuh dan mendaratkan pasukan. Selain itu, peralatan tersebut juga harus mampu menembus berbagai medan berat serta tidak mudah menjadi sasaran serangan musuh.

Saat ini, produksi perahu karet untuk kegiatan operasi militer atau kegiatan lainnya telah dilakukan oleh sejumlah produsen, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Masing-masing produk memiliki keunggulan yang berbeda. Salah satu produsen dalam negeri yang memproduksi perahu karet untuk kegiatan militer adalah PT Aman Sentosa Persada. 

Perusahaan ini memproduksi dua jenis perahu karet, yakni landing craft rubber (LCR/perahu karet untuk pendaratan) dan rigid inflatable boat (RIB/ perahu karet untuk kegiatan search and rescue serta kegiatan petualangan lainnya. Untuk produk perahu karet jenis LCR, diberi nama Kartika Spirit. Sedangkan untuk perahu karet jenis RIB, perusahaan menamakannya dengan sebutan Kartika Spirit HGR-470-W.

Menurut Yung Yunardi, chairman PT Aman Sentosa Persada, kedua jenis perahu karet ini dibuat oleh tenaga-tenaga ahli dari Indonesia di pabrik perusahaan yang berlokasi di Tangerang, Banten. Kartika Spirit, ungkapnya, diproduksi dengan tingkat kecermatan tinggi untuk menjamin mutu yang meyakinkan dalam operasi penyelamatan, kewaspadaan dan keperluan professional lainnya.
                                                                                      (foto: Kina)
“Perahu karet tersebut mudah diangkut dan mudah dalam pemasangan,” ujarnya. Teknologi yang dipakai perusahaan dalam produksi perahu karet tersebut adalah teknologi terbaru, 2 step hull, yang secara teliti dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tugas dan kondisi laut yang memungkinkan munculnya potensi-potensi yang dapat terjadi. “ Hull terbaru tersebut dirancang untuk mencapai keseimbangan tenaga, kecepatan, kenyamanan serta bahan bakar.

Yung mengatakan, Kartika Spirit dibuat setelah melalui kegiatan riset selama satu tahun. Para ahli di perusahaan telah mempelajari prototype produk sejenis yang dibuat oleh produsen-produsen di kawasan Eropa. Berbagai kelebihan dan kekurangan dari sejumlah produksi itu dipelajari dengan seksama untuk kemudian ditranformasikan dalam produk Kartika Spirit.

Setelah kegiatan riset dinilai selesai, kegiatan produksi Kartika Spirit pun mulai dilakukan perusahaan pada tahun ini dengan membuat prototype kedua jenis perahu karet tersebut. Dalam memproduksi perahu karet tersebut, perusahaan menggunakan bahan baku dari dalam negeri sekitar 65%. Sedangkan 35% komponen lainnya terpaksa harus diimpor. “Kegiatan impor dilakukan karena ada beberapa bahan baku yang belum bisa dibuat di dalam negeri,” papar Yung.

Spesifikasi 
                                            (foto: Kina)
Perahu karet LCR Kartika Spirit diproduksi perusahaan dengan mengacu pada sebuah peralatan yang bisa digunakan di segala macam medan. Alat tranportasi ini memiliki panjang keseluruhan 860 cm, lebar 292 cm dan berat 1.580 kilogram. Alat tersebut bisa mengangkut 10 personel. Perahu karet ini dapat melaju dengan kecepatan 52 knot atau sekitar 100 kilometer/jam. Bahan bakar yang digunakan juga cukup irit, dimana perbandingannya mencapai 1: 20.

Keunggulan lainnya, bodi dari perahu karet ini dibuat dengan bahan anti peluru standar NATO sehingga tidak mudah dilumpuhkan oleh serangan musuh dalam menjalankan kegiatan operasi.Kursinya juga dilengkapi dengan pegas (per). Sementara untuk perahu karet jenis RIB Kartika Spirit HGR-470-W memiliki panjang tptal 475 cm dengan lebar 204 cm sera berat sekitar 210 kilogram. Dalam operasionalnya, alat ini bisa digunakan dengan berat maksimal 1.400 kilogram. Selain kemampuannya mengangkut 10 personel, RIB ini memiliki kekuatan mesin sebesar 40 hp.

Dengan kelebihan yang dimiliki produknya itu, PT Aman Sentosa Persada telah mendapat order dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat untuk memproduksi dua jenis perahu karet tersebut. Menurut pengakuan Yung, pihaknya telah mendapat pesanan atau order berupa perahu karet jenis LCR sebanyak 52 unit dan jenis RIB sebanyak 3 unit dari pihak Angkatan Darat.

Perolehan order ini, selain dikarenakan keunggulan yang dimiliki, juga didukung oleh harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga jual produk serupa dari produsen lainnya. “Harga produk kami jauh lebih murah dibandingkan harga produk dari luar negeri,” ucap Yung Yunardi.

Sumber: Majalah Kina edisi 03 - 2010

0 komentar:

Poskan Komentar