Pages

16 Februari 2012

KPC 14m: Kapal Patroli Cepat Buatan BPPT

Para ahli dan peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) belum lama ini telah berhasil menciptakan rancang bangun Kapal Patroli Cepat berukuran 14 m yang sangat sesuai untuk kebutuhan operasi aparat Polisi Air dan aparat Bea dan Cukai dalam melaksanakan tugas-tugas patroIi dalam rangka pengamanan wilayah perairan di seluruh Indonesia.

Keberhasilan dalam melakukan rancang bangun kapal patroli cepat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan rancang bangun para tenaga ahli transportasi maritim bangsa Indonesia, khususnya dari BPPT kini sudah setara dengan kemampuan para ahli pembuatan kapal dari luar negeri.

Diharapkan dengan kemampuan rancang bangun kapal patroli cepat tersebut bangsa Indonesia setapak demi setapak melangkah maju menuju kemandirian di bidang maritim, khususnya dalam rancang bangun kapal patroli cepat. Dengan demikian, industri kapal di dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan operasional Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan instansi terkait lain terhadap pengadaan kapal patroli cepat buatan dalam negeri, dengan kualitas yang setara dengan buatan negara lain.

Rancangan Kapal Patroli Cepat 14 m (KPC 14m) ini memang sengaja diciptakan sedemikian rupa untuk memenuhi persyaratan misi operasi, baik bagi instansi penegak hukum maupun instansi pengawas yang biasanya membutuhkan kapal patroli dengan ukuran relatif kecil, memiliki kemampuan melaju dengan kecepatan tinggi serta mampu berlayar di perairan pantai dan pedalaman sungai yang relatif dangkal. Disamping sebagai kelas kapal patroli, Kapal Patroli Cepat hasil rekayasa para tenaga ahli BPPT ini juga bisa difungsikan sebagai kapal pemburu untuk mencegah berbagai tindak kriminal di wilayah perairan
Indonesia.

Keunggulan yang paling menonjol dari KPC 14m hasil rekayasa BPPT ini adalah sistem propulsi yang dirancang secara khusus agar kapal bisa berfungsi ganda, yaitu sebagai kapal patroli maupun sebagai kapal pemburu. Selain itu, KPC 14m mampu beroperasi pada kedalaman air minimum 1 m, memiliki stabilitas, dan mempunyai olah gerak yang baik. Untuk itu, kapal ini dilengkapi dengan sistem penggerak yang handal yang dapat dipilih dari dua alternatif sistem penggerak yang ada, yaitu sistem propulsi water jet dan propeller.
Keunggulan lainnya dari KPC 14m ini adalah digunakannya logam campuran aluminum atau Alluminium Alloy sebagai material konstruksi bangunan kapal mengingat kapal ini memiliki kecepatan tinggi dan ukurannya kecil. Penggunaan material Alluminium Alloy ini dimaksudkan untuk menciptakan bobot kapal yang lebih ringan dan menghasilkan sistem kontruksi kapal yang cukup kuat yang tahan terhadap beban total kapal serta tahan terhadap laju kapal dengan kecepatan tinggi. Selain itu, penggunaan material Alluminium Alloy juga lebih ramah terhadap lingkungan.

KPC 14m juga dirancang untuk memberikan kenyamanan akomodasi dan penyediaan logistik yang baik guna mendukung tugas patroli selama 2 hari, serta dapat menempuh jarak secara terus menerus pada radius pelayaran sekitar 300 mil laut, dengan kecepatan jelajah 25 knot.

Sesuai dengan kebutuhan misi, kapal ini juga dapat dilengkapi dengan dua buah senjata masing-masing kaliber 12,7 mm yang ditempatkan di anjungan kapal dan kaliber 7,62 yang ditempatkan di buritan kapal. Selain Polri, kapal ini bisa digunakan untuk kebutuhan operasional Bea & Cukai, SAR, KPLP dan
perusahaan swasta.

Untuk mendapatkan inovasi kapal dengan kemampuan yang handal sesuai dengan kebutuhan instansi pengguna, sebelum rancangan KPC 14m ini dibuat, BPPT terlebih dahulu melakukan koordinasi dan kerjasama teknik dengan Polri dan PT PAL Indonesia untuk menetapkan misi operasional, yaitu melakukan pengamanan Wilayah territorial, mencegah terjadinya pembajakan dan perompakan di perairan pantai dan sungai, mengamankan obyek-obyek vital dan kekayaan laut terhadap usaha pencurian, mencegah terjadinya penyelundupan dan imigran gelap, serta untuk menunjang tugas-tugas Polri lainnya.

Kegiatan rancang bangun KPC 14 m mulai dilaksanakan BPPT pada tahun 1996, dengan mengikutsertakan calon pengguna, yaitu Ditjen Bea & Cukai dan kemudian pada tahun 1997/1998 mengikutsertakan Polri, khususnya untuk memperoleh data-data kebutuhan teknis dan operasional mengenai spesifikasi kapal patroli yang sebenarnya diinginkan oleh kedua Instansi tersebut dalam membantu kegiatan operasionalnya. Kronologis tahapan kegiatan rancang bangun KPC 14m adalah sebagai berikut:

• Pada tahun 1996 Conceptual Design dan Preliminary Design selesai dilaksanakan, tahun 1997 Basic Design selesai dilaksanakan, tahun 1998 Detail Design tahap Key Plan selesai dilaksanakan antara lain dengan melakukan modifikasi awal design terhadap adanya kebutuhan operasional Polri, tahun 1999 Detail Design tahap Yard Plan selesai dilaksanakan

• Pada tahun 2000 Production Drawing selesai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pekerjaan Pembangunan Prototipe Kapal tahap I yakni fore part h u l l construction. Kemudian melalui bridging pendanaan PT PAL Indonesia sebagai mitra kerja, dilanjutkan penyelesaian pembangunan seluruh hull kapal termasuk mid hull, aft hull dan superstructure.

• Tahun 2001 dilanjutkan penyelesaian pembangunan prototipe kapal tahap II yaitu pengadaan dan pemasangan mesin utama termasuk gearbox dan sistem propulsinya pada engine room

• Pada tahun 2002 melaksanakan kegiatan lanjutan penyelesaian machinery outfitting antara lain pemasangan peralatan pendukung lainnya seperti diesel generator, sistem pemipaan dan pompa,
cabling, ventilation fan pada engine room, pengecatan. Kemudian dilajutkan dengan pekerjaan hull outfitting, electrical outfitting, hingga pelaksanaan Harbour Acceptance Test (HAT).

• Pada tahun 2003, telah selesai dilaksanakan uji kelaikan laut melalui kegiatan Sail Acceptance Test (SAT), dan hasilnya adalah suatu prototipe kapal patroli cepat 14 m yang sudah laik uji dan mendapat sertifikasi kelaikan laut Internasional dari Bureau Veritas (BV) – Perancis.

KPC 14m dirancang dengan menggunakan konsep planing ship , yaitu kapal yang memanfaatkan bidang dasar rata untuk menimbulkan gaya dinamis yang akan menyangga berat kapal. Gaya dinamis positif timbul ketika kapal mendapat gaya angkat dinamis, karena kapal bergerak cepat. Akibatnya bagian depan kapal akan terangkat keatas dan tahanan yang bekerja pada kapal akan berkurang.

Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja kapal cepat didasarkan pada metode yang dikembangkan oleh Daniel Savitsky. Metode ini merupakan pengembangan model kapal cepat yang dikenal sebagai prismatic hull form.

Gambar1. Distribusi gaya-gaya kesetimbangan pada kondisi planing. Bentuk rancangan badan KPC 14 m adalah
a. Bagian depan kapal dirancang berbentuk
“V type” dengan maksud agar kapal dapat memasuki air dengan tenang dan tahanan gelombang yang terjadi menjadi rendah. Selanjutnya digunakan spray strip untuk mengurangi semburan gelombang
b. Bagian tengah kapal dirancang berbentuk bidang yang rata dengan maksud untuk menimbulkan gaya dinamis yang akan menyangga kapal, sehingga mengurangi besarnya tahanan yang bekerja pada kapal.
c. Bagian belakang badan kapal, dasarnya tetap menggunakan bidang yang rata. Sedangkan bagian melintang kapal dirancang menggunakan hard chine yaitu perpotongan antara bagian sisi kapal dan dasar kapal dan berfungsi untuk memisahkan aliran air dibagian belakang kapal.
d. Dari segi pembuatan, sistem konstruksi dengan bentuk-bentuk diatas akan lebih mudah dilaksanakan.

Hasil dari perhitungan dan percobaan laboratorium diaplikasikan ke dalam bentuk general arrangement (perancangan umum). Dalam perancangan kapal ini, pengaturan ruangan disesuaikan menurut fungsi dan efektivitasnya, sehingga pemanfaatannya diupayakan optimum untuk kapal yang tergolong kecil serta memiliki keterbatasan ruangan. Ruangan akomodasi dirancang tanpa mangabaikan keleluasaan dan kenyamanan kerja untuk 6 orang anak buah kapal (ABK) selama 2 hari terus menerus. Ruang akomodasi ditempatkan antara gading no. 12-16 untuk memudahkan akses ke ruang senjata depan atau ruang kemudi dan navigasi.

Selanjutnya ruang kemudi dan navigasi ditempatkan antara gading no. 7-12, yaitu pada daerah tengah (midship) dan titik berat kapal, sehingga kenyamanan mengemudi dapat diperoleh lebih baik. Ruangan ini dilengkapi dengan fasilitas umum untuk ABK, toilet dan dapur (pantry).

Ruang mesin ditempatkan antara gading no. 0-6, dimana posisi sistem penggerak utama berupa 2 unit mesin utama termasuk gearbox dihubungkan dengan sistem propulsi surface piercing propeller. Ruangan ini dirancang untuk memenuhi penyediaan tempat bagi sistem-sistem pendukung penggerak utama dan kapal. Pada bagian geladak kapal ditempatkan fondasi senjata (bagian haluan dan buritan), tiang navigasi, open steering, dan bukaan menuju ruang mesin. Pada geladak kapal dilengkapi juga dengan alat-alat tambat seperti mesin jangkar, tali temali dan penambat.

Ukuran utama kapal dirancang dengan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kecepatan dan stabilitas kapal. Pada bagian belakang kapal antara gading no. 0 – 10 dibuat dengan sudut kemiringan (chine angle) sekitar 130 dengan maksud untuk mendapatkan gaya angkat yang diperlukan tanpa mengurangi stabilitas kapal. Sedangkan pada bagian depan kapal antara gading no. 14 hingga ujung depan kapal (stern) dibuat dengan sudut kemiringan sekitar 200, dengan maksud untuk memudahkan kapal bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengurangi benturan pada badan kapal (slamming) pada saat memecah ombak.

Spesifikasi KPC Buatan BPPT:
Secara keseluruhan dimensi KPC 14m adalah:
- Panjang keseluruhan:15,75 m
- Panjang garis air:12,00 m
- Lebar di tengah (maks): 3,20 m
- Lebar di belakang:3,10 m
- Sarat:0,72 m
- Tinggi geladak:1,90 m
Displacement kapal dengan 100% muatan dan barang bawaan adalah 14,2 ton.
- Kecepatan maksimal:35 knot
- Kecepatan patroli (service): 25 knot
- Ketahanan (endurance):+300 nm
- Kemampuan patroli:2 hari
- Kapasitas tangki bahan bakar: 2,0 m3
- Air tawar:0,3 m3
Jumlah awak kapal maksimum 6 orang, di luar tahanan sebanyak 2 orang, dengan uraian sebagai berikut :
- Pilot:1 orang
- Co-pilot:1 orang
- Operator pemesinan:2 orang
- Operator senjata:2 orang
- Total:6 orang
Kapal dirancang dan dibangun dengan menggunakan konstruksi allumunium alloys yang sesuai dengan standar klas BV dan sistem pengelasan yang sesuai.

Sumber: Majalah Kina No. 4 2004

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Info yg Bagus, kalau boleh tahu berapa power mesin yg di pakai ?

Aviasista mengatakan...

untuk power mesinya saya blum dpt datanya..

Poskan Komentar